NOTE: Reader, before you browsing to reading please make sure you read fanfiction in here according to your age. If you not yet 17 yo, we suggest you to read fanfiction with rating G, PG-13, PG-15. Rating NC-17 and NC-21 just for addult. Please follow this rule shake your self!

Thursday, January 31, 2013

[Fanfiction] A SPECIAL GIFT


Title                : A Special Gift
Categories   : Oneshoot
Genre             : Romance
Rating            : Teenager
Theme song:
Utada Hikaru - First Love
Author          : MargarethaHaruna
Address        : Jl. Kediri Utara 1 Bonorejo Nusukan, Solo, Jawa Tengah, Indonesia.
Age                 : 15 years
 
Reason why you join this competition:
1. Because I like Writting Fanfiction
2. Because I Like Chinen Yuri
 
 
Cast             :
1. Chinen Yuri (HEY SAY JUMP)
2. Sakura Haruno (OC)
3. Shori Sato (SEXY ZONE)
4. Inoo Kei (HEY SAY JUMP)
5. Kotomi Ogawa (OC)
6. Kento Nakajima (SEXY ZONE)
7. Nagiko Yamaguchi (OC)
8. Miyu Akira (OC)
 
Synopsis : Cinta butuh perjuangan. ^^
 
 
+++++++++++++++++++++++++++++++++
 
"Sakura-chan ! Tolong ambilkan pasta gigi dong, ini pasta giginya sudah habis " seru seorang pemuda yang berada dalam kamar mandi.
"Chotto .... " Sakura yang merasa dipanggil segera menuju ke kamar mandi tersebut.

"Ini pasta giginya ...."
Sebuah tangan yang keluar dari balik pintu kamar mandi, namun alih-alih mengambil pasta gigi tersebut malah pemuda itu menarik tangan Sakura. "Mau mandi bersama ?" tanya seorang pemuda penuh canda.
"KYAAA !! INOO-CHAN !! LEPAAASSS !! TANGANKU SAKIT NIH !!" seru Sakura yang merintih kesakitan.
"Gomen ne Sakura-chan. Just Kidding kok ya tidak mungkin beneran lah kalau kita mandi bersama. Hahaha ! Arigatou ya sudah membantu mengambilkan pasta gigi yang baru." lalu Inoo segera menutup pintu kamar mandinya dan melanjutkan mandinya.
"Huft dasar Inoo-chan membuat aku terkejut saja. Huh!!" gumam Sakura kesal.
Sebenarnya Inoo dan Sakura sudah tinggal bersama selama 1 tahun. Bukan karena mereka sepasang kekasih, tetapi lebih karena itu sebuah Share House yang ditinggali oleh beberapa orang disana. Tidak hanya Sakura dan Inoo, melainkan banyak orang yang tinggal disana.
Sebenarnya bukan keinginan Sakura untuk tinggal bersama Inoo, melainkan keadaan keluarganya yang bekerja di London mengharuskan dirinya tinggal di Share House tersebut.
"Sakura-chan ada apa ?" sosok Shori yang tiba-tiba datang melihat Sakura yang wajahnya kelihatan shock.
"Eh Shori-kun..... Tidak apa-apa kok It's Okay." jawab Sakura yang awalnya terkejut tiba-tiba mengubah dirinya untuk tetap tersenyum.
Shori Sato adalah sahabat Sakura sejak masa SMP. Mereka terkadang saling mencurahkan isi hatinya satu dengan yang lainnya. Sebenarnya Shori menyukai Sakura karena dia anak yang pandai, rajin dan sebagainya. Tetapi Shori orangnya agak pemalu jadi dia tidak mengungkapkan kalau dia suka dengan Sakura. Bahkan Sakura pun sudah menjadi kekasihnya Chinen Yuri sejak SMP kelas 3. Itulah sebabnya Shori menutup semua perasaan dirinya terhadap Sakura.
"Wajah kamu aneh sekali, sebenarnya ada apa Sakura-chan? Cerita saja." tanya Shori dengan tersenyum.
"Tidak apa-apa kok Shori-kun ini cuma masalah kecil dan aku bisa menyelesaikan sendiri." jelas Sakura dengan tersenyum.
"Ayo Minna !! Makanannya sudah siap !!" suara seorang gadis yang mengubah suasana.
""KRING-KRINGG !!"" tiba-tiba keitai Sakura berbunyi.
"Kau makan duluan ya soalnya ada telfon masuk nih!" seru Sakura sambil meniggalkan Shori.
"Konnichiwa My Honey!" suara seorang pemuda yang terdengar samar-samar.
"Konnichiwa Chii ! Ada apa kau menelefonku ?" tanya Sakura dengan heran.
"Tidak apa-apa kok Sakura-chan, aku hanya kangen saja pada kau. Hehehe. By the way aku ingin kasih kejutan nih buat kamu, bisakah nanti malam aku beri kejutannya di tempat saat kita jadian ?" Tanya Chinen dalam percakapan telepon itu.
"Hai ! Tentu saja. Lalu kita mau berangkat jam berapa Chii ?" tanya Sakura dengan bingung.
"Ya kira-kira sekarang saja bagaimana ?" Tanya Chinen.
"Baiklah. Kalau begitu aku ganti dulu ya Chii." jawab Sakura dengan lemah lembut.
"Okay. Kalau begitu sekitar 15 menit lagi aku jemput di tempat Perumahanmu ya !" Ucap Chinen bersemangat.
Tanpa berfikir panjang Sakura langsung masuk kedalam rumah. Tiba-tiba langkahnya terhenti.
"Ah Inoo-chan ada apa !! Lepass dong !!" seru Sakura yang tengah-tengah terkejut.
"Kau ini kelihatanya terburu-buru, memangnya mau kemana ?" seru Inoo dengan sedikit tegas.
"Aku ini di ajak kencan sama Chii, aku mau ke kamar untuk bersiap-siap. jaid LEPASKAN tanganku !! SAKIT tahu !!" ketus Sakura sambil berusaha melepaskan cengkeraman tangan Inoo.
Tanpa disadari setelah Sakura berhasil melepaskan cengkeraman tangannya, langkahnya terhenti lagi karena Inoo langsung memeluk Sakura dari belakang.
"Sakura-chan, apakah tidak bisa kau beri aku kesempatan untuk.....untuk....." tiba-tiba kata-kata Inoo terhenti.
"Eh ! Na..Nani ?? beri kesempatan untuk apa ?" tanya Sakura kebingungan sambil berusaha melepaskan pelukan dari Inoo.
"Eh! Apa yang aku lakukan tadi. Bodohnya diriku. Aku tidak ingin kalau Sakura tahu bahwa aku masih mencintainya." gumam Inoo yang sadar akan yang dia perbuat tadi.
"Maaf Sakura-chan, aku akhir-akhir ini agak kacau pikirannya, jadi maaf ya aku benar-benar tidak sengaja." ucap Inoo tanpa berpiikir panjang.
"Baiklah kalau gitu aku langsung saja ke kamar untuk berganti baju." ucap Sakura dan meninggalkan Inoo.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Konbannwa Sakura-chan." sapa Chinen sambil mengecup pipi Sakura.
"Haha konbannwa Chii. Kalau gitu kita langsung saja yuk." ajak Sakura dengan bersemangat.
"Kau cantik sekali dengan blouse itu. Warnanya sesuai sekali." ucap Chinen memuji.
"Arigatou Chii. Hahaha !" Ucap Sakura dengan tertawa lembut.
"Okay My Princess. Let's go now." kata Chinen sambil menggenggam tangan Sakura dan masuk kedalam mobil Chinen.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sampailah Sakura dan Chinen disuatu tempat yang pemandangannya sangat indah. Tiba-tiba Chinen menutup mata Sakura karena dia akan membuat kejutan untuk Sakura.
"Loh ? Kenapa pakai matanya ditutup segala Chii ?? Memangnya ada apa ?" tanya Sakura heran.
"Yah namanya saja kejutan. Hehehe. Tenang ya Sakura-chan. Nah sekarang genggam tanganku ya supaya kau mengikuti langkahku." suruh Chinen sambil menuntun Sakura.
"Nah waktu aku buka kain kecilnya kamu jangan membuka mata dulu ya." saran Chinen sambil membuka kain kecil lembut yang menutupi mata Sakura.
"Hai Chii." Jawab Sakura sambil mengangguk-angguk.
"Nah setelah hitungan ke 3 kau boleh membuka mata. Oke." jawab Chinen menjelaskan.
"Hai Chii. Aku sudah tidak sabar untuk melihat surprize nya." ucap Sakura dengan perasaan penuh penasaran.
"Baiklah. 1 2 3 !! Surprize !! Hadiah ini khusu untuk kamu seorang Sakura-chan !!" seru Chinen bersemangat.
"Kyaaaa !! Arigatou gozaimashita Chii. Surprize nya bagus sekali. Hontou ni arigatou gozaimashita Chii !!" ucap Sakura dengan gembira.
"Dou itashimashitei my honey." jawab Chinen dengan senyuman yang manis.
Tak lama kemudian bibir mereka menyatu antara satu dengan yang lainnya. Lalu Chinen mulai berbisik disebelah telinga Sakura.
"I LOVE YOU SAKURA-CHAN. FOREVER AND NEVER GONE." ucap Chinen pelan.
"ME TOO CHII. FOREVER AND NEVER GONE." jawab Sakura dengan lemah lembut dan tersenyum.
"Kalau begitu aku antar kau pulang ya. Kasihan kalau terlalu malam berlama-lama disini. Hehehe." ucap Chinen sambil mengelus rambut Sakura.
"Hai Chii. Arigatou buat surprize nya ya." kata Sakura sambil tersenyum.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Arigatou karena sudah mengantarkanku sampai dirumah Chii. Selamat malam dan selamat tidur, mimpi indah." ucap Sakura memberi ucapan pada Chinen.
"Dou itashimashitei Sakura-chan. Always nice dream too Honey. Kalau gitu sampai ketemu besok." sapa Chinen dan langsung pulang.
"Dor !! Sakura-chan lama sekali perginya." tanya seorang wanita yang mengejutkan Sakura.
"Akira-chan !! Kau buat aku kaget saja deh !! Ada apa sih ?" tanya Sakura sedikit jengkel.
"Haha gomen ne Sakura-chan.Sudah malam nih ayo cepat tidur sana !" suruh Akira.
"Hahaha hai Akira-chan aku tidur duluan ya." ucap Sakura yang tanpa banyak bicara langsung kekamarnya.
Lalu langkah Sakura terhenti oleh karena ada Inoo di luar.
"Inoo-chan kau belum tidur ?" tanya Sakura yang tiba-tiba mengejutkan Inoo.
"Ah Sakura-chan. Belum kok lagi tidak bisa tidur nih. Sebenarnya ya sudah ngantuk sih tapi tidak bisa tidur, aneh ya. Hehehe." jawab Inoo dengan tersenyum.
"Oh gitu ya. Hehehe. Lucu juga kamu Inoo-chan." ucap Sakura dengan tersenyum juga.
"Kau baru saja pulang dari berkencan dengan Chii ? Bagaimana ? Menyenangkan ?" tanya Inoo tersenyum.
"Kenapa tiap aku setelah pulang bersama Chii dia selalu tanya tentang itu ya ?" gumam Sakura dalam hati.
"Ehem.. Sakura-chan ada apa kok melamun ? Kencannya tidak menyenangkan ya ? atau awal-awalnya menyenangkan tetapi akhir-akhirnya jadi tidak menyenangkan ?" tanya Inoo yang membuyarkan lamunan Sakura.
"Eh ! Nani ? Tidak kok justru menyenangkan bahkan si Chii memberiku kejutan yang special sekali. Aku ingin saathari ultahnya nanti aku akan beri kado yang special untuknya. Seandainya saja Tuhan memberiku usia yang panjang, pasti aku akan bahagia sekali." jelas Sakura dengan suara yang memelas.
"Sssttt." jari telunjuk Inoo tepat di bibir Sakura. "Kau tidak boleh seperti itu, aku tahu penyakit kankermu itu akan makin parah setiap harinya. Tetapi kau harus tetap berpikiran positif Sakura-chan. Banyaklah berdoa agar kau dan Chii bisa bersama sampai ke pelaminan. Bahkan sampai maut memisahkan kalian berdua." nasehat Inoo dengan lemah lembut.
"Aku tahu itu Inoo-chan. Tapi.... Tapi..." suara Sakura terhenti karena dia melihat Shori yang sedang berdiri di balik tembok.
"Mmm... Yang dikatakan Inoo-chan benar Sakura-chan. Kau harus optimis dalam menghadapi ini. Aku yakin karena takdirmu itu tidak sekarang, melainkan masih lama Sakura-chan. Tetaplah optimis." Saran Shori pada Sakura dengan lembut dan sedikit ragu-ragu.
"Arigatou gozaimashita minna. Hontou ni arigatou gozaimashita. Aku akan berusaha untuk terus optimis dan terus berdoa agar penyakitku segera hilang. Tapi aku mohon agar kalia tidak memberi tahu pada Chii aku tidak mau kalau dia terlalu khawatir padaku." ucap Sakura dengan penuh permohonan.
"Tapi lama-kelamaan dia akan segera tahu Sakura-chan." jelas Shori dengan wajah khawatir.
"Iya aku tau. Lebih baik dia mengetahui sendiri akhirnya. Paling tidak dia tidak perlu tahu sampai aku sembuh dari penyakitku ini. Entah mengapa tiba-tiba aku terkena penyakit kanker." jelas Sakura dengan sedih dan kecewa.
"Ya sudah yang penting saranku kau harus optimis dan terus berdoa dan juga terus berusaha untuk hidup. Okay. Ya sudah kau tidur saja ya." jelas Inoo menyarankan danmenyuruh Sakura untuk tidur.
"Hai Inoo. Kalau gitu aku duluan ya." ucap Sakura sambil meninggalkan Inoo dan Shori.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
""KRING-KRING"" suara keitai Sakura berdering dipagi hari.
"Mmm..... Hoaammm... Siapa ya yang menelepon pagi-pagi begini." tanpa berpikir panjang Sakura langsung membuka keitainya.
"Ternyata My Prince." gumamnya. "Ohayou gozaimasu Chii." sapa Sakura dengan ramah.
"Ohayou Gozaimasu Sakura-chan. Apa aku membangunkanmu di pagi-pagi begini. Gomen ne kalau aku mengganggu tidurmu, Honey." Ucap Chinen.
"Daijoubu Chii. Ada apa kau meneleponku ?" tanya Sakura heran.
"Mmm... Hanya tanya saja kok, nanti saat berangkat ke sekolah mau berangkat bersama ? Gomen ne karena kemarin lupa bertanya sama kamu." jelas Chinen.
"Daijoubu Chii. Orang terkadang lupa sudah biasa. Hehehe. Hai Chii." ucap Sakura dengan tersenyum.
"Oke deh. Aku jemput nanti 30 menit sebelum sekolah kita masuk ya. Hehehe. Bye Honey. Muah! Hahaha." sapa Chinen dengan memberikan kiss bye.
"Muah too. xixixi." ucap Sakura sambil tertawa pelan.
~~~~~~~~~~~~~~~~
"Sumimasen !" suara seorang pemuda yangl mengetuk pintu.
"Chotto......" ketika mendengar ketukan pintu seorang wanita membukakan pintu itu.
"Eh! Chii apa kabar." sapa Nagiko yang membukakan pintu untuk Chinen.
"Kenapa harus Nagiko yang membuka pintunya ? Kenapa tidak Sakura-chan saja yang membuka pintunya. Huh menyebalkan !" gumam Chinen sedikit kesal.
"Hey Chii ada apa kok mendadak melamun seperti itu ?" tanya Nagiko sambil menepuk pelan pundak Chinen
"Eh! Gomen na Yama-chan. Baik saja kok. By the way mana Sakura-chan ?" tanya Chinen secara mendadak.
"Na...Nani ! Kenapa Chii selalu mencari Sakura-chan sih. Sebal rasanya. Huh !" gumam Nagiko dalam hati.
"Hey ! Yama-chan kok malah kamu yang gantian melamun ? Ada apa ?" tanya Chinen yang tiba-tiba membuyarkan lamunan Nagiko.
"Eh ! Tidak apa-apa kok. Si Sakura-chan baru diatas." jelas Nagiko dengan sedikit kecewa. 
"Tuh Sakura-chan nya sudah turun." jelas Nagiko sambil menunjuk Sakura.
"Hahaha tadi dia aku kirimi e-mail Yama-chan. Xixixi. Kalau begitu kami berangkat dulu ya." seru Chinen sambil menggeret tangan Sakura.
"Yama-chan aku berangkat dulu ya kasih salam sama yang lainnya. Arigatou." seru Sakura dari suara kejauhan.
"Hai !!" jawab Nagiko dengan cepat dan dengan sedikit kesal. Maklumlah Nagiko sudah lama menyukai Chinen sejak mereka saling bertemu. Hanya sajs Chinen lebih menyukai Sakura daripada dirinya. Itulah yang membuat Nagiko menjadi kesal.
"Apa tidak ada kesempatan bagiku untuk bisa menjadi kekasihnya Chii ? Mengapa dia menyukai Sakura yang penyakitan seperti itu. Hih !! Merinding aku !!" Gumam Nagiko kesal yang tiba-tiba tubuhnya tergerak sendiri karena geli dan dia langsung kembali kekamarnya untuk bersiap-siap ke sekolah.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Setibanya disekolah.
"Sakura-chan, boleh kan aku tanya soal Matematika ? Kau sepertinya ahli di pelajaran Matematika." tanya Chinen sambil tersenyum.
"Haha. Hai Chii." ucap Sakura dengan ramah.
Lalu mereka berdua langsung menuju ke kelasnya untuk membahas soal matematika.
"Nah ini nih Sakura-chan. Nomor 4 dan 7 aku tidak bisa. Kau bisa memberi tahu caranya ?" tanya Chinen dengan ramah.
"Oh soal ini. Bisa kok. Sini aku jelaskan caranya. ......." lalu Sakura mulai menjelaskan soal matematika itu. "Nah sekarang kau sudah tahu caranya kan atau malah kebingungan karena aku menjelaskannya tadi cepat-cepat ? Gomen na Chii" tanya Sakura sambil menahan rasa sakitnya.
"Daijoubu Sakura-chan. Aku sudah mengerti kok. Malah lebih mengerti kalau kamu yang menjelaskan. Hehehe." seru Chii sambil tertawa.
TING TONG - TING TONG. Bel masuk sekolah telah berbunyi
"Ya sudah kembali duduk sana sudah bel masuk sekolah loh !" suruh Sakura yang setelah mendengar bel berbunyi.
Setelah semua siswa kelas 3-A duduk, tak lama kemudian Azura sensei yang merupakan wali kelas mereka telah masuk ke kelas.
"Ohayou gozaimashita minna !" sapa Azura Sensei pada murid-muridnya.
"Ohayou gozaimashita Sensei !" sapa murid-murid pada Azura Sensei.
"Hai. Sekarang kitra mulai pelajaran kita hari ini minna." ucap Azura Sensei dengan ramah pada murid-muridnya.
"Hai Sensei !" seru para murid sambil mempersiapkan buku mata pelajaran.
~~~~~~~~~~~~~~~
TING - TONG. TING - TONG. Bel sekolah pun telah berbunyi pertandakan waktu pulang sekolah.
"Hay Sakura ! Kau pulang denganku atau dengan Chii ?" tanya seorang pemuda yang mengejutkan Sakura.
"Eh ! NakaKen !! Aku pulang bersama Chii kok. Kau pulang sendiri tidak apa-apa kan. Hehe. Gomen na NakaKen."
"Daijoubu Sakura-chan. Ya sudah aku duluan ya." seru Kento sambil melambai-lambaikan tangannya kearah Sakura dan Chinen. Tiba-tiba langkah Kento terhenti karena Kento mendengar Sakura yang mendadak merintih kesakitan.
"Ah!! Aduh !!" teriak Sakura merintih kesakitan hingga sampai membungkuk tubuhnya.
"Ah Sakura-chan kau tidak apa-apa ?" tanya Chinen yang tengah-tengahnya khawatir akan keadaan Sakura.
"Daijoubu ne Chii. Aku baik-baik saja kok. Mungkin perutku sedikit sakit soalnya terkadang aku makan sering terlambat, jadi sudah terbiasa kalau sakit. Hehehe." jelas Sakura yang berusaha menutupi penyakitnya.
"Benarkah ?? Tapi sepertinya lumayan parah. Perlu aku antar ke Rumah Sakit ?" tanya Chinen yang masih khawatir.
"Tidak usah Chii. Daijoubu ne Chii. Lebih baik kita pulang saja." ucap Sakura yang masih merintih kesakitan.
"Baiklah Chii lebih baik kamu bawa pulang Sakura supaya dia bisa beristirahat di Perumahannya." Saran Kento pada Chinen.
"Haii Naka-Ken." ucap Chinen menyanggupi dan langsung menopang Sakura sampai di mobilnya.
~~~~~~~~~~~~~~~
"Sumimasen !! Ada orang dirumah ??" ucap Chinen sambil mengetuk pintu.
"Chotto ...." terdengar suara lelaki yang berada didalam itu. "Oh Chii Sakura-chan kau sudah pulang. Loh ada apa denga Sakura ?" tanya Inoo heran.
"Dia tadi kesakitan, jadi aku bawa langsung dia pulang." Jelas Chinen dengan wajah yang masih terlihat khawatir.
"Arigatou Chii sudah mengantarkan ku pulang. Gomen na karena sudah merepotkanmu." ucap Sakura dengan suara yang lemas.
"Dou itashimashita. Banyak istirahat ya Sakura-chan. Kalau begitu aku pulang dahulu." ucap Chinen sambil meninggalkan Sakura dan Inoo.
~~~~~~~~~~~~~~~
"Chii !!" seorang wanita tiba-tiba mengejutkan Chinen.
"Ah ! Lagi-lagi Nagiko. Apa sih maunya ?" gumam Chinen dan langsung pergi begitu saja tanpa memerdulikan Nagiko.
"Chii !! Tunggu !!" Lalu Nagiko berlari dan akhirnya dia berhasil menggenggam tangan Chinen.
"Ada apa sih ? LEPASS TIDAK !!" bentak Chinen sambil berusaha melepas genggaman erat dari Nagiko.
"Tidak akan. Kau tahu kan betapa aku sangat mencintaimu Chii. Bahkan tadi saat kau mencari Sakura, itu saja sudah membuatku cemburu pada Sakura karena dia telah merebut semua yang harus menjadi hak aku. Aku mohon kasih aku kesempatan untuk membuatmu terus bahagia dan kau tidak akan menyesalinya." jelas Nagiko berusaha meyakinkan Chinen.
"Tidak !! Aku ini sudah menjadi miliknya Sakura dan Sakura sudah menjadi milikku, jadi kau jangan berharap bisa meyakinkanku, Yama-chan !!" ucap Chinen sambil meninggalkan Nagiko secara langsung dan melepaskan genggaman erat tangan Nagiko dengan kasar.
"Kenapa sih selalu saja Sakura yang dia pikirkan. Mungkin suatu saat kau akan berpaling padaku lagi. Inilah tekadku !" gumam Nagiko sedikit kesal sambil mengepalkan tangannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~
"Aku ingin membuat kejutan yang special untuk Chii, tapi kira-kira bertahan tidak ya aku ?? Sesungguhnya saat ultah Chii aku sudah harus sembuh jadi Chii tidak perlu mengkhawatirkan tentang kondisi ku. Tuhan tolong sembuhkan aku agar aku bisa membahagiakan semua orang yang aku sayangi termasuk Chinen orang yang sangat aku cintai." gumam Sakura dengan suara melemah.
KRING-KRING keitai Sakura tiba-tiba berbunyi dan sampai membuyarkan lamunan Sakura. "Ternyata Chii yang mengirimku e-mail." gumamnya sambil membaca isi e-mail tersebut.
dari : chiinenyuri@yahoo.jp
subyek : rasa gelisah

"Sakura-chan kau tidak apa-apa kan ? dan sakitmu bagaimana sudah lumayan membaik belum ? I wish you will get well soon honey :* "

'chiinen'

"Andaikan kau tahu bahwa sebenarnya penyakitku ini sangat parah Chii. Tapi aku tetap berusaha untuk hidup dan optimis." gumam Sakura dengan bersedih.
"Sakura-chan bolehkah aku masuk ? Aku membawakan makanan dan minuman untukmu." seorang wanita yang berada diluar mengetuk pintu kamar Sakura.
"Masuklah !" suruh Sakura dengan suara yang masih melemas.
"Kami kira kau sudah istirahat ternyata belum. Ini kami bawakan makanan sup sayur lettuce agar kau jadi sehat selalu." jelas Kotomi dengan penuh perhatian.
"Hai Sakura-chan. Dimakan ya sup nya enak loh !!" ucap Akira dengan semangat.
"Hahaha. Hai." jawab Sakura singkat sambil mencoba sup buatan Kotomi dan Akira.
"Bagaimana ? Enak tidak ??" tanya Kotomi yang sedikit penasaran.
"Hmm... Enak kok. Hangatnya terasa loh." jelas Sakura dengan tersenyum. "By the way bisakah kalian membantuku untuk mempersiapkan kejutan untuk Chii ?" tanya Sakura dengan sedikit memohon.
"Hai. Tentu saja." jawab Kotomi dan Akira menyetujui.
"Hmm begini ..........." Lalu Sakura memulai menceritakan.
"Oh begitu rupanya. Daijoubu. Aku dan yang lainnya akan membantu mempersiapkan ide mu itu." jawab Akira.
"Arigatou gozaimashita minna." ucap Sakura dengan senang.
" Iya besok sudah 2 hari menjelang ultahnya Chii. Jadi nanti yang lain aku beri tau untuk membantu kita dan kamu jangan khawatir ya Sakura-chan." kata Kotomi sambil menepuk pelan pundak Sakura.
"Sankyuu Kotomi-sama." ucap Sakura pelan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Lalu keesokan harinya Sakura, Akira, Kotomi, Kento, Inoo, dan Shori mulai megerjakan ide yang diusulkan oleh Sakura. Mereka ingin membuat Special Gift untuk Chinen Yuri dihari ultahnya. Akhirnya mereka pun tlah selesai membuat Spceial Gift untuk Chinen.
"Nah sekarang sudah siap nih. Lalu rencana selanjutnya apa ?" tanya Kento.
"Selanjutnya, serahkan saja padaku, aku akan menyusul kerumah Chii sekarang." ucap Sakura sambil melangkahkan kaki menuju ke tempat garasi untuk mengambil kendaraan pribadinya.
"Sakura-chan sebaiknya kau hati-hati. Takutnya sakitmu nanti kambuh lagi." kata Shori menyarankan.
"Hai." jawab Sakura singkat.
~~~~~~~~~~~~~~~~
KRING KRING. Keitai Chinen berbunyi pertanda ada pesan masuk.
dari : sakuraharuno@yahoo.jp
subyek : berkencan

"Ohayou Honey :* aku ada diluar rumahmu sekarang, dan aku ingin mengajakmu untuk pergi kesuatu tempat. Biasa ada surprize untukmu :*"

'sakura'
"Ah Sakura-chan ternyata kau ada diluar rumahku. Lebih baik aku harus membalas kiriman dulu setelah itu bersiap-siap." ucap Chinen yang memulai mengetik keyword keitainya untuk membalas kiriman dari Sakura.
KRING KRING. Keitai Sakura berbunyi pertanda balasan kiriman dari Chinen.
dari : chiinenyuri@yahoo.jp
subyek : hehehe
"Ohayou Honey :* tunggu sebentar ya aku harus siap-siap dahulu. 10 menit kemudian aku sudah turun kebawah.
Sankyuu :3 ."
'chiinen'
"Hahaha baiklah Chii. Setia menunggu kok." batin Sakura sambil tersenyum.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka.
"Gomennasai Honey. Aku terlalu lama ya ? Hontou ni gomennasai Honey." ucap Chinen sedikit menyesal.
"Daijoubu Honey. Lagipula aku bisa melihat-lihat taman mu yang subur-subur kok dapat menyegarkan mata. Hehehe. Kalau begitu langsung saja yuk, tapi kamu harus pakai kain ini untuk menutupi matamu agar kau tidak langsung tahu kejutannya. Hehehe." ucap Sakura sambil mengikatkan kain itu ke mata Chinen.
"Hahaha. Hai Sakura-chan. Tapi aku dituntun ya. Hehehe." ucap Chinen sedikit manja.
"Hahaha kamu ini seperti ga tahu aku aja Chii. Sudah pasti dong. Nah genggam tanganku ya aku tuntun sampai ke mobil aku." suruh Sakura dengan lemah lembut.
"Hai Sakura-chan." jawab Chinen bersemangat.
~~~~~~~~~~~~~~~
Tak lama kemudian sampailah Chinen dan Sakura di suatu tempat yang berdekatan dengan pemandangan yang indah.
"Nah kita telah sampai nih Chii. Seperti yang kau katakan padaku saat kau memberiku kejutan dahulu. Okey." suruh Sakura dengan tersenyum.
"Hai Sakura-chan." ucap Chinen dengan semangat.
"Okay siap-siap ya Chii. One...Two...Three.... SURPRIZE !!!! Bagaimana kau suka ?" tanya Sakura setelah membuka kain yang menutupi mata Chinen.
"Kyaaaa. Kawaii ne Sakura-chan. I..Ini special sekali untuk ku. Arigatou gozaimashita Sakura-chan." ucap Chinen gembira sambil memeluk erat Sakura.
"Dou Itashimashitei Chii. Syukurlah kalau kau suka hadiah dari aku dihari special mu ini." ucap Sakura pelan sambil membalas pelukan Chinen.
Perlahan-lahan Sakura mulai pingsan karena penyakitnya telah kambuh lagi dan itu membuat Chinen terkejut.
"Sakura-chan !! Sadarlah !! Sakura-chan !!" teriak Chinen menyebut nama Sakura dan langsung dibawanya ke rumah sakit.
~~~~~~~~~~~~~~~
KRING KRING. Terdengar suara keitai Inoo Kei yang berbunyi.

dari : chiinenyuri@yahoo.jp

subyek : berita buruk

"Ohayou Inoo-chan. Aku ingin memberi tahu sekarang Sakura di rumah sakit karena dia tadi pingsan saat memberiku kejutan tadi. Tolong beritahukan pada yang lainnya. Sankyuu."


'chiinen'
"Na..Nani ?? Sakura dirumah sakit ? Jangan-jangan penyakitnya kambuh lagi." gumam Inoo dengan ekspresi terkejut. Lalu Inoo segera memberitahu pada yang lainnya.
"Minna !! Gawat Minna !!" teriak Inoo mericuhkan suasana.
"Ada apa Kei-ni kok teriak-teriak begitu ?" tanya seorang pemuda yang tiba-tiba mengejutkan Inoo
"Eh Shori. Sa..Sakura sekarang dirumah sakit tadi Chii baru saja mengirimku pesan. Nih lihat pesan dari Chii." jelas Inoo sambil menunjukkan pesan keitainya pada Shori.
"Oh ternyata ..... Tapi kenapa Sakura bisa sampai dirumah sakit ? Apa penyakitnya kambuh lagi ??" tanya Shori sambil mengembalikan keitai Inoo.
"Kemana yang lainnya ?" Tanya Inoo penasaran.
"Itu pada datang tuh." seru Shori sambil menunjuk.
"Ada apa Inoo-chan ? Kok tadi aku dengar kau teriak-teriak ?" tanya Kento yang baru saja datang disusul dengan Akira dan Kotomi
"Begini, Sakura-chan masuk kerumah sakit dan sepertinya penyakitnya mulai kambuh lagi." jelas Inoo dengan suara melemas.
"Na..Nani ?? Kalau gitu kita langsung bersiap-siap saja untuk pergi ke rumah sakit." ucap Kotomi tanpa banyak bicara dan langsung kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.
"Hai." jawab semuanya sambil bersiap-siap.
~~~~~~~~~~~~~~~
KRING - KRING. Terdengar suara keitai Chinen sambil dengan perasaan panik.
"Konnichiwa Chii. Rumah sakitnya letaknya dimana ?" tanya seorang pemuda dalam telepon itu.
"Rumah Sakit langganan ayahnya Sakura-chan, Kei-ni." jawab Chinen memberi tahu.
"Hai Chii. Sekarang aku dan yang lainnya segera berangkat ke rumah sakit." jelas Inoo dan langsung menutup teleponnya.
"Hai." jawab Chinen singkat.
~~~~~~~~~~~~~~
"Chii !" panggil Inoo dan segera menghampiri Chinen. "Bagaimana keadaan Sakura ?" tanya Inoo sedikit khawatir.
"Iya Chii bagaimana keadaan Sakura ?" ucap Kotomi lembut.
"Kata dokter dia terkena penyakit kanker stadium 2. Sebenarnya penyakit itu bisa disembuhkan kalau dia dioperasi dan jika didiamkan lama-kelamaan menjadi stadium akhir dan bisa meninggal." jelas Chii dengan bersedih.
"Ya sudah lebih baik dilakukan operasi saja gimana ? Demi kesembuhan Sakura sebelum penyakitnya tersebar ke mana-mana." saran Kento.
"Jangan langsung begitu NakaKen. Lebih baih kita hubungi saja orang tuanya. Chii orang tua mu dan orang tua Sakura sama-sama pergi ke London kan ? Lebih baik kamu kasih tahu sama orang tuanya Sakura." jelas Inoo meyarankan.
"Hai !" Lalu Chinen mengambil keitainya dan menghubungi orang tua Sakura.
~~~~~~~~~~~~~~
Lalu Chinen memberitahu orang tua Sakura melalui via keitainya. Setelah orang tua nya tahu mereka menyarankan pada Chinen agar Sakura lebih baik dioperasi demi kebaikkan Sakura. Lalu mulailah proses pengoperasian Sakura. 1 bulan berikutnya Sakura telah sembuh total dari penyakit kankernya itu.
"Sakura-chan. Anakku !" seorang wanita tua memanggil dengan bersemangat.
"Ibu !! Ayah !!" seru Sakura sambil menghampiri kedua orang tuanya. "Bu.. Yah.. Aku rindu pada kalian." ucap Sakura sambil memeluk orang tuanya.
"Kami juga merindukan mu, Sakura-chan." ucap Ayah dan Ibu Sakura dan membalas pelukan anaknya itu.
"Bu.. Yah.. mereka akrab sekali ya." ucap Chinen terharu.
"Hai Chii. Sangat akrab. Bagaimana kamu dengan Sakura ? baik-baik saja kan ?" tanya Ibu Chinen.
"Iya, Bu baik kok." jawab Chinen tersenyum.
Lalu orang tua Sakura menghampiri orangtua Chinen dan langsung mengatakan sesuatu pada Chinen.
"Chii, arigatou gozaimashita karena sudah menjaga Sakura-chan selama kami di London." ucap Ayah Sakura terharu.
"Dou itashimashitei Om Haruno. Saya tetap menjaga Sakura dengan segenap hatiku Om Haruno" ucap Chinen sambil menunjukkan uluh hatinya.
~~~~~~~~~~~~~~
"Minna. Sepetrinya kita perlu membuat kejutan untuk Sakura dan Chii. Hari ini kan genap 1 tahun mereka menjadi sepasang kekasih." bisik Kotomi pelan.
"Hmm... Tapi masa si Sakura sama Chii tidak tahu kalau hari ini genap 1 tahun mereka menjadi sepasang kekasih ?" tanya Inoo sedikit ragu-ragu.
"Mmm... Tapi tidak salah juga kok kalau kita buat kejutan untuk mereka berdua dan aku tahu apa yang harus kita lakukan." ucap Akira sambil tersenyum lebar.
"Begini instruksinya......" lanjut Akira sambil menjelaskan.
"Kyaaaa. Pemikiran Akira-chan sama dengan aku. Baru saja aku mau mengatakan itu." seru Shori.
"Sudah-sudah. Sekarang kita mulai instruksinya." ucap Kento dengan bersemangat.
~~~~~~~~~~~~
"Ah. Pesan masuk dari Kei-ni ? Apa ya kira-kira." gumam Sakura dan langsung membuka pesan tersebut.
dari : inookei@yahoo.jp
subyek : apa saja hehehe :D
"Konnichiwa Sakura-chan. Aku mau kau hadir menemuiku ditempat saat kau dan Chii jadian itu jam 7 malam. Ada hal penting yang mau aku bicarakan dengan kau. Sankyuu"

'inoo kei'
"Nani ?? Hal penting ? Kira-kira apa ya ?" gumam Sakura dan langsung ke kamarnya untuk bersiap-siap.
~~~~~~~~~~~~~~
"Hohoho. Kei-ni mengirim ku pesan. Apa ya isinya." seru Chinen dengan tertawa sambil membuka keitainya.
dari : inookei@yahoo.jp
subyek : apa saja hehehe :D
"Konnichiwa Chii. Aku mau kau hadir menemuiku ditempat saat kau dan Sakura-chan jadian itu jam 7 malam. Ada hal penting yang mau aku bicarakan dengan kau. Sankyuu"

'inoo kei'
"Nani ?? Mmm.. Hal penting apa yang akan dia katakan ya. Mmm.. lebih baik aku langsung berangkat saja" ucap Chii sambil menuju kamarnya.
~~~~~~~~~~~~~~
"Ya ampun balasan pesannya bersamaan. Tapi yang penting kan tugasku sudah beres tinggal menjalankan rencana berikutnya."
ucap Inoo sambil meletakkan keitainya didalam kantong celananya.
Lalu tibalah Chinen dan Sakura secara bersamaan ditempat saat mereka pertama kali jadian.
"Loh Chii sedang apa kau disini ?" tanya Sakura sambil menepuk pelan pundak Chii.
"Kamu sendiri juga sedang apa disini, honey ?" tanya Chinen yang tengah-tengah nya terkejut.
"Aku kesini karena Kei-ni yang menyuruhku dan katanya ada hal penting yang ingin dia katakan padaku." jelas Sakura.
"Loh kok sama ya ? Sii Kei-ni juga bilang seperti itu. Ini aneh sekali." ucap Chinen dengan bingung.
Tiba-tiba terdengar suara kembang api yang mengejutkan suasana mereka berdua.
"Ya mana ada kembang api segala. Sebenarnya ada apa sih ini semua ?" ucap Chinen yang semakin bingung.
"Eh lihat itu Chii tulisan yang ada dilangit sana." seru Sakura sambil menunjuk kearah langit.
"Loh itu bukannya tulisan kanji nama kita berdua ? Kamu membuat kejutan lagi untukku ya Sakura-chan ?" tanya Chinen menebak.
"Bukan Chii. Aku tidak membuat kejutan seperti ini untukmu, kau tau sendiri kan kalau aku sebenarnya tidak begitu suka dengan kembang api karena suaranya yang berisik." seru Sakura dengan sedikit jengkel.
"Lalu ini semua yang membuat siapa ? Kalau bukan kau ?" tanya Chinen dengan menaikkan alisnya.
"SURPRIZE !!!" terdengar suara ramai sehingga mengejutkan Chinen dan Sakura.
"Ya ampun minna-san. Aku terkejut sekali. Ternyata ini kalian semua yang membuatnya ?" tanya Chinen yang masih sedikit penasaran.
"Hai. Ini semua idenya Akira-chan. Kalian tidak tahu kalau hari ini genap 1 tahun kalian menjadi sepasang kekasih ?" tanya Kento dengan penasaran.
"Astaga. Aku hampir lupa dengan ......" kata Sakura dan Chinen yang tiba-tiba terhenti. Lalu mereka saling berpandangan karena tadi berbicara dengan bersamaan lalu mereka langsung tertawa.
"Hahaha. Gomennasai Chii karena aku hampir lupa dengan hari yang special ini." seru Sakura dengan menyesal.
"Hahaha. Gomennasai ya Sakura. Entah mengapa aku bisa sampai lupa juga." ucap Chinen dengan sedikit tertawa.
Lalu mereka saling berpelukan dan tak lama kemudian bibir mereka menyatu satu dengan yang lainnya.

The End
*hope you minna like it
sankyuu :))



No comments:

Post a Comment